Term of Use Fitur Sabak (Sarana Berlatih Koding) – Dicoding Academy

Ketentuan Penggunaan Sabak untuk Siswa

Versi: 22 Juni 2026

Dokumen ini menjelaskan aturan penggunaan Sabak sebagai lingkungan belajar coding. Dengan mengakses atau menggunakan Sabak, siswa dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui ketentuan ini.

Sabak disediakan untuk membantu proses belajar secara aman, adil, dan bertanggung jawab. Sabak bukan layanan komputasi umum, bukan tempat menjalankan aplikasi produksi, dan bukan sarana untuk melakukan aktivitas di luar konteks pembelajaran Dicoding.

1. Definisi

  • Sabak adalah lingkungan coding berbasis MicroVM yang disediakan untuk siswa, termasuk Editor, Terminal, dan Notebook.
  • Siswa adalah pengguna Dicoding yang memperoleh akses Sabak untuk kebutuhan pembelajaran.
  • Akun adalah akun Dicoding yang digunakan siswa untuk mengakses Sabak.
  • Workspace adalah berkas, kode, konfigurasi, dan data yang dibuat atau disimpan siswa di dalam Sabak.
  • Layanan pihak ketiga adalah layanan eksternal yang dapat diakses dari Sabak, misalnya package registry, repositori kode, dokumentasi, API publik, atau layanan AI.

2. Tujuan Penggunaan

Sabak hanya boleh digunakan untuk kegiatan pembelajaran yang sah, seperti:

  • Menulis, menjalankan, dan menguji kode untuk kelas atau latihan Dicoding.
  • Mempelajari penggunaan editor, terminal, notebook, library, framework, dan tool developer.
  • Mengakses dokumentasi teknis, package registry, repositori pembelajaran, dan sumber belajar lain yang relevan.
  • Menyimpan project belajar pribadi yang berkaitan dengan proses belajar.

Sabak tidak boleh digunakan untuk kepentingan komersial, produksi, hosting publik, penambangan aset kripto, otomasi massal, scraping agresif, spam, atau aktivitas lain yang tidak berkaitan langsung dengan pembelajaran.

3. Akses Akun dan Identitas

  1. Akses Sabak bersifat personal dan hanya boleh digunakan oleh pemilik akun Dicoding yang sah.
  2. Siswa dilarang membagikan akun, URL Sabak, sesi login, token, cookie, atau kredensial lain kepada pihak mana pun.
  3. Siswa bertanggung jawab atas seluruh aktivitas yang terjadi melalui akun dan Sabak miliknya.
  4. Jika siswa mengetahui atau menduga akun disalahgunakan, siswa wajib segera mengganti kredensial dan menghubungi kanal bantuan Dicoding.
  5. Dicoding dapat menolak atau menghentikan akses apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan identitas, penggunaan akun bersama, atau akses tidak sah.

4. Kuota dan Batas Penggunaan

Sabak memiliki batas penggunaan agar sumber daya belajar tersedia secara adil untuk semua siswa.

  1. Setiap siswa dapat memiliki Sabak untuk tipe editor, terminal, dan notebook, tetapi hanya satu Sabak yang dapat aktif pada satu waktu.
  2. Kuota harian default adalah 4 jam per hari kalender WIB dan dapat berubah sesuai kebijakan layanan.
  3. Akses dapat dihentikan otomatis ketika kuota habis, subscription tidak aktif, kapasitas sistem penuh, atau Sabak perlu dinonaktifkan untuk alasan operasional.
  4. Siswa dilarang mencoba mengakali kuota, batas kapasitas, mekanisme autentikasi, atau pembatasan sistem.
  5. Siswa wajib menghentikan proses yang tidak diperlukan agar tidak menghabiskan sumber daya secara tidak wajar.

5. Data dan Workspace

  1. Siswa tetap bertanggung jawab terhadap kode, data, dan berkas yang dibuat atau diunggah ke Sabak.
  2. Jangan menyimpan data sensitif di Sabak, termasuk password, private key, access token, data pribadi orang lain, data pembayaran, atau rahasia perusahaan.
  3. Jika perlu menggunakan konfigurasi rahasia untuk latihan, gunakan data dummy atau kredensial khusus belajar yang dapat dicabut sewaktu-waktu.
  4. Siswa disarankan menyimpan salinan project penting di tempat lain, seperti repositori pribadi, karena Sabak dapat mengalami reset, penghentian, penghapusan, atau gangguan teknis.
  5. Dicoding dapat menghapus, menonaktifkan, atau membatasi workspace jika diperlukan untuk keamanan, kepatuhan, pemeliharaan, atau penanganan pelanggaran.

6. Keamanan dan Larangan Penyalahgunaan

Siswa dilarang menggunakan Sabak untuk:

  • Melakukan percobaan intrusi, eksploitasi, pemindaian kerentanan, brute force, credential stuffing, phishing, spam, DDoS, atau aktivitas sejenis terhadap sistem Dicoding, siswa lain, Sprites.dev, atau pihak ketiga.
  • Menjalankan malware, miner, botnet, downloader berbahaya, proxy terbuka, tunneling publik, reverse shell, keylogger, atau tool lain yang berisiko merugikan pihak lain.
  • Mengakses, mengubah, merusak, menyalin, atau mengambil data yang bukan haknya.
  • Menghindari pembatasan jaringan, autentikasi, quota, logging, atau kontrol keamanan lain.
  • Menggunakan Sabak sebagai relay, VPN, mirror, seedbox, crawler, atau infrastruktur otomasi di luar konteks belajar.
  • Mengunggah atau menyebarkan konten ilegal, pornografi, ujaran kebencian, kekerasan, pelecehan, pelanggaran hak cipta, atau konten lain yang bertentangan dengan hukum dan norma kepantasan.

Jika siswa sedang mengikuti materi keamanan siber yang sah, aktivitas pengujian hanya boleh dilakukan pada target latihan yang secara eksplisit diberikan atau diizinkan oleh penyelenggara kelas.

7. Integritas Akademik

Sabak harus digunakan untuk membangun pemahaman, bukan untuk menghindari proses belajar.

  1. Siswa wajib mengerjakan latihan, ujian, dan submission sesuai aturan kelas yang berlaku.
  2. Siswa dilarang menggunakan Sabak untuk plagiarisme, menyebarkan jawaban, menyimpan kunci jawaban, mengerjakan tugas orang lain, atau menggunakan jasa pihak ketiga untuk menyelesaikan tugas.
  3. Siswa boleh mempelajari contoh kode, dokumentasi, dan referensi terbuka selama tetap memahami, menulis, dan mempertanggungjawabkan hasil akhirnya sendiri.
  4. Jika menggunakan library, template, aset, atau kode pihak ketiga, siswa wajib mematuhi lisensi dan ketentuan penggunaannya.
  5. Dicoding dapat memeriksa indikasi plagiarisme, kecurangan, atau pola penggunaan yang tidak wajar sesuai kebijakan akademik yang berlaku.

8. Layanan Pihak Ketiga

Saat menggunakan Sabak, siswa dapat berinteraksi dengan layanan pihak ketiga. Siswa wajib mematuhi ketentuan layanan tersebut.

Dicoding tidak bertanggung jawab atas:

  • Gangguan, pembatasan, perubahan, atau penghentian layanan pihak ketiga.
  • Biaya, klaim, kehilangan data, atau konsekuensi lain akibat penggunaan layanan pihak ketiga oleh siswa.
  • Konten, lisensi, keamanan, atau akurasi informasi dari layanan pihak ketiga.

Gunakan package, dataset, model, API, dan dependency dari sumber tepercaya. Jangan memasukkan kredensial pribadi ke project yang tidak dipahami sumber dan risikonya.

9. Pemantauan dan Privasi Operasional

Untuk menjaga keamanan dan kualitas layanan, Dicoding dapat melakukan pemantauan operasional terhadap penggunaan Sabak, termasuk metadata akses, status layanan, penggunaan kuota, error, aktivitas proxy, dan indikasi penyalahgunaan.

Pemantauan dilakukan untuk:

  • Menegakkan kuota dan batas kapasitas.
  • Menjaga keamanan siswa, sistem, dan pihak ketiga.
  • Mendiagnosis gangguan teknis.
  • Meningkatkan stabilitas dan kualitas layanan.
  • Menindaklanjuti dugaan pelanggaran.

Dicoding tidak bermaksud menggunakan workspace siswa di luar kebutuhan operasional, keamanan, dukungan, pembelajaran, atau kepatuhan yang wajar. Namun, siswa tetap tidak boleh menyimpan data sensitif di Sabak.

10. Ketersediaan Layanan

Sabak disediakan dengan upaya terbaik untuk mendukung pembelajaran. Layanan dapat mengalami gangguan, perlambatan, pemeliharaan, pembatasan kapasitas, perubahan fitur, atau penghentian sementara.

Dicoding dapat melakukan tindakan berikut tanpa pemberitahuan terlebih dahulu jika diperlukan:

  • Menonaktifkan Sabak yang melanggar ketentuan.
  • Menghentikan proses yang mengganggu layanan.
  • Membatasi akses ke domain, port, package, API, atau pola trafik tertentu.
  • Melakukan reset, reaktivasi, atau penghapusan workspace untuk alasan keamanan atau operasional.
  • Mengubah kuota, kapasitas, tipe environment, atau aturan teknis layanan.

10.1. Batasan Akses dan Alokasi Sumber Daya (Resource)

  • Jenis Workspace: Dicoding menyediakan beberapa jenis lingkungan kerja (workspace) pendukung pembelajaran yang jenis dan ketersediaannya dapat disesuaikan dari waktu ke waktu berdasarkan kebutuhan kurikulum.
  • Penggunaan Simultan (One Workspace at a Time): Siswa hanya dapat mengaktifkan satu jenis workspace dalam satu waktu. Pengaktifan workspace baru akan secara otomatis memutuskan koneksi workspace yang sedang berjalan sebelumnya.
  • Waktu Tunggu (Loading State): Siswa memahami bahwa proses pemuatan awal (provisioning) maupun pengaktifan kembali (reactivation) workspace memerlukan waktu pemrosesan oleh sistem. Kondisi memuat (loading), penyegaran halaman (reload), atau keterlambatan respons sementara adalah hal yang wajar hingga workspace siap digunakan sepenuhnya.
  • Batas Pengguna Bersamaan (Concurrent Limit): Untuk menjaga stabilitas sistem dan kualitas layanan, Dicoding menerapkan pembatasan jumlah workspace aktif yang berjalan secara bersamaan di dalam platform. Jika kapasitas penuh, siswa akan diarahkan ke halaman antrean dan diminta untuk mencoba kembali secara berkala hingga alokasi slot tersedia.
  • Pembatasan Jaringan (Network Restrictions): Demi keamanan bersama, Dicoding berhak membatasi, menyaring, atau memblokir akses internet dari dalam workspace ke domain atau alamat tertentu yang diindikasikan berbahaya, melanggar hukum, atau tidak relevan dengan kegiatan pembelajaran.

11. Ketentuan Kuota dan Penonaktifan Otomatis (Idle Timeout)

  • Kuota Harian: Siswa mendapatkan alokasi kuota pemakaian workspace harian yang jumlahnya ditentukan oleh Dicoding. Kuota ini akan dihitung secara kumulatif berdasarkan durasi aktivitas siswa pada hari tersebut dan akan diperbarui (reset) pada hari berikutnya selama masa langganan siswa masih aktif. Jika kuota habis, akses ke workspace akan ditangguhkan hingga waktu pembaruan berikutnya.
  • Perhitungan Aktivitas Pengguna: Sistem menghitung durasi penggunaan aktif berdasarkan interaksi langsung yang dilakukan siswa di dalam workspace (termasuk namun tidak terbatas pada aktivitas papan ketik, penggunaan penunjuk/mouse, pengisian data, penggandaan teks, maupun interaksi layar sentuh) dengan toleransi jeda waktu tertentu yang ditetapkan oleh sistem.
  • Penonaktifan Otomatis karena Tidak Aktif (Idle Timeout): Jika sistem mendeteksi tidak adanya aktivitas atau interaksi dari siswa dalam jangka waktu yang telah ditentukan, sistem secara otomatis akan menonaktifkan workspace guna menghemat sumber daya. Siswa dapat mengaktifkan kembali workspace tersebut dengan memuat ulang halaman, selama kuota harian masih tersedia.
  • Pengawasan Sistem (Enforcement): Dicoding menggunakan sistem pemantauan otomatis yang berjalan secara berkala untuk memastikan penegakan kuota harian dan penonaktifan workspace yang tidak aktif berjalan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku.

12. Pelanggaran dan Konsekuensi

Jika terjadi pelanggaran, Dicoding dapat mengambil satu atau lebih tindakan berikut:

  • Memberikan peringatan atau edukasi ulang kepada siswa.
  • Menghentikan proses atau sesi Sabak yang bermasalah.
  • Membatasi, menangguhkan, atau mencabut akses Sabak.
  • Mereset atau menghapus workspace yang melanggar.
  • Menandai atau membatalkan submission yang terbukti melanggar integritas akademik.
  • Menonaktifkan akun sesuai kebijakan Dicoding.
  • Melaporkan aktivitas ilegal kepada pihak terkait jika diperlukan.

Tingkat tindakan bergantung pada dampak, niat, frekuensi, dan risiko pelanggaran.

13. Tanggung Jawab Siswa

Siswa bertanggung jawab untuk:

  • Menggunakan Sabak hanya untuk pembelajaran yang sah.
  • Menjaga keamanan akun dan kredensial.
  • Memastikan kode dan perintah yang dijalankan tidak merugikan sistem atau pihak lain.
  • Menghormati hak cipta, lisensi, privasi, dan ketentuan layanan pihak ketiga.
  • Memahami risiko sebelum menjalankan script, dependency, atau perintah dari internet.
  • Melaporkan bug, celah keamanan, atau perilaku mencurigakan melalui kanal bantuan resmi.

14. Perubahan Ketentuan

Dicoding dapat memperbarui ketentuan ini dari waktu ke waktu. Perubahan berlaku sejak versi terbaru dipublikasikan atau sejak tanggal lain yang ditentukan. Siswa disarankan meninjau ketentuan ini secara berkala sebelum menggunakan Sabak.

15. Kontak

Untuk pertanyaan, bantuan akses, atau pelaporan penyalahgunaan Sabak, gunakan kanal bantuan resmi Dicoding.

Jika laporan berkaitan dengan keamanan, sertakan informasi seperlunya tanpa membagikan token, password, private key, data pribadi orang lain, atau rahasia lain.

 

Share this: